Selasa, 24 Mei 2011

Bahaya yang Mengintai dari Dalam Lemari Es

 Lemari Es

Siapa bilang makanan yang disimpan di lemari pendingin atau lemari es akan selalu aman dan bebas dari bahaya kesehatan? Karena sebenarnya banyak bahaya kesehatan yang mengintai dari lemari es bila penyimpanan terlalu lama.

Seperti dilansir dari Health24, Senin (28/6/2010), berikut beberapa bahaya kesehatan yang sering hinggap di lemari es, antara lain:

1. Makanan berjamur
Bila jamur tumbuh di sebagian blok dari keju cheddar, maka tak perlu terlalu khawatir. Anda cukup memotong bagian yang berjamur dan masih bisa menikmati sisa kejunya. Tetapi bila jamur tumbuh hampir di seluruh permukaan, maka sebaiknya buang saja ke tempat sampah. Hal yang sama juga berlaku untuk buah dan sayuran.

Namun, bila jamur tumbuh di makanan lain seperti sisa daging dan unggas, pasta, casseroles, keju lembut, yogurt, selai, roti atau kacang, maka saatnya ucapkan selamat tinggal pada makanan tersebut, karena akan sangat berbahaya bila dimakan.

Beberapa jamur dapat menyebabkan reaksi alergi dan masalah pernapasan, itulah sebabnya tidak pernah ada anjuran untuk mengendus makanan yang sudah berjamur. Beberapa jamur juga menghasilkan mikotoksin, yaitu zat beracun yang dapat membuat orang sakit.

2. Susu dan yoghurt yang masam

Cukup mudah untuk mengetahui susu dan yoghurt yang sudah masam, yaitu dengan mengendus. Selain itu, serpihan kecil yang melayang-layang di dalamnya juga dapat menjadi indikator bahwa minuman tersebut sudah tidak sehat.

Jika sudah dalam keadaan terbuka, susu dan yoghurt idealnya hanya baik disimpan di lemari es untuk satu atau dua hari. Tapi bila kemasan masih utuh, mungkin masih aman untuk dikonsumsi. Namun, perlu diketahui bahwa yoghurt secara bertahap akan mulai kehilangan rasa, tekstur dan nutrisi. Akhirnya, mungkin juga menjadi tidak aman untuk dimakan.

3. Bau ikan
Ikan segar dan mentah hanya baik disimpan untuk satu atau dua hari di lemari es. Jika sudah dimasak, bisa bertahan sampai tiga atau empat hari, tapi harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum dimakan.

4. Daging
Daging bisa saja masih terlihat, berbau dan berasa baik, tetapi itu tidak berarti selalu aman untuk dimakan. Selalu cek tanggal kadaluarsa dan tidak menggunakan daging mentah yang telah disimpan di lemari es selama lebih dari dua hari dan steak selama lebih dari empat hari.

Daging yang sudah dimasak bisa bertahan hingga empat hari. Tapi jika terdeteksi lapisan lendir pada daging, berubah warna atau bau, maka ini benar-benar sangat berbahaya. Tapi jauh sebelum perubahan ini terjadi, daging mungkin sudah tidak aman untuk dikonsumsi.

Brokoli Efektif Melawan Peradangan Usus

brokoli

Penyakit peradangan usus atau ulcerative colitis menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan dengan gejala sering sembelit, sakit perut atau diare. Gangguan ini ternyata bisa dikurangi dengan konsumsi ekstrak (sari tanaman) dari sayuran brokoli atau kelompok kubis-kubisan.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan South Dakota State University menunjukkan ekstrak yang terbuat dari tanaman Brassica atau suku kubis-kubisan, efektif mengurangi gejala peradangan usus dan gangguan usus besar.

Orang-orang yang kerap menderita peradangan usus sangat berisiko tinggi terkena kanker usus besar. Namun kadang kala orang menganggap gangguan usus seperti sakit perut sebagai hal biasa yang bisa cepat hilang.

"Apa yang kami temukan itu tidak hanya dapat mengurangi gejala klinis ulcerative colitis, tapi juga mengurangi kerusakan yang terjadi pada jaringan epitel usus besar dan usus besar. Meskipun baru diuji ke hewan mamalia tapi ini sangat potensial penggunaannya untuk manusia," kata Professor Moul Dey dari departemen kesehatan dan ilmu gizi South Dakota State University seperti dilansir dari Medicalnewstoday, Minggu (4/7/2010).

Dia juga mengatakan ekstrak tumbuhan ini dapat secara langsung mengurangi gejala kanker usus besar karena ada hubungan jelas antara peradangan usus dengan kanker usus besar. "Hubungan ini yang akan kami lihat lebih dalam," katanya.

Professor Dey melakukan penelitian sejak tahun 2004 dengan menyaring ekstrak dari 3.000 tanaman yang memiliki khasiat anti-inflamasi. Hasilnya ditemukan, ada senyawa Phenethylisothiocyanate (PEITC) yang menunjukkan manfaat besar untuk anti-inflamsi.

Senyawa PEITC ini ternyata banyak ditemukan dalam kelompok tanaman Brassica yang meliputi brokoli, kubis, kembang kol, selada air. Barbarea Verna atau yang dikenal sebagai selada kering untuk masakan salad, sup dan hiasan, juga salah satu sumber yang kaya PEITC.

Orang yang sering makan sayuran yang mengandung PEITC, menurut Professor Dey, ternyata tidak memiliki efek samping. Namun untuk pengobatan peradangan usus diperlukan dosis lebih tinggi dari sekedar konsumsi sayuran itu sehari-hari.

Madu Bisa untuk Antibakteri

madu

Madu dikenal sebagai salah satu minuman yang bisa menambah stamina dan membuat tubuh tetap bugar. Tapi madu juga bisa berfungsi sebagai antibakteri.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Texas Health Science Center diketahui bahwa madu kaya akan gula, sehingga bisa membantu menciptakan lingkungan yang membuat bakteri tidak dapat bertahan hidup.

Seperti dikutip dari eHow, Selasa (29/6/2010) madu bekerja melawan bakteri dengan dua cara, tergantung dari jenis madu yang digunakan.

Pada jenis madu yang paling umum digunakan, biasanya lebah menambahkan enzim yang bisa mengeluarkan hydrogen peroksida. Diketahui bahwa bahan aktif ini merupakan senyawa yang bisa membunuh bakteri.

Sedangkan jika menggunakan madu khusus atau dikenal dengan madu Manuka, makanan dari lebah ini adalah nektar dari bunga-bunga semak manuka (Leptospermum scoparium), maka bisa memberikan sifat anti bakteri tambahan.

Kedua jenis madu tersebut bisa efektif digunakan, tapi keberhasilannya sangat bervariasi tergantung dari bagaimana lebah tersebut dikembangbiakkan di kelompok atau batch tertentu. Karenanya tidak semua madu bisa disamaratakan dalam hal kemampuannya sebagai anti bakterial.

Salah satu aplikasi dari madu adalah untuk membantu membunuh bakteri penyebab jerawat dan membersihkan sisa-sisa yang tertinggal. Aplikasi ini biasanya digunakan bersamaan dengan air.

Jennifer Eddy, MD dari University of Wisconsin menuturkan kombinasi antara agen antibakterial dengan hidrogen peroksida yang dihasilkan oleh bakteri, bisa membantu membersihkan infeksi yang sulit diobati dengan metode lainnya.

Selain itu juga bisa membantu mencegah munculnya jerawat kembali. Madu yang ditambah dengan air juga bisa membantu membersihkan kulit dari sisa-sisa jerawat.

Madu juga mengandung antioksidan yang bisa membuat kulit tampak sehat, terlihat lebih muda serta menjaga kehalusan dan kelembutan kulit.

Naik Kendaraan Umum Baik untuk Kesehatan

KRL

Naik kendaraan umum seharusnya bisa jadi solusi untuk mengurangi kemacetan di kota-kota besar seperti Jakarta. Selain mengurangi kemacetan dan menghemat pengeluaran, naik angkutan umum ternyata juga baik untuk kesehatan.

Menurut penelitian, naik kereta api, trem atau bus dapat meningkatkan aktifitas fisik dan menurunkan berat badan lebih dari 3 kg per tahun dibandingkan naik mobil atau kendaraan pribadi.

Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan angkutan umum dapat meningkatkan kesehatan dan tingkat obesitas (kegemukan) menjadi lebih rendah.

"Pembangunan lingkungan dapat memfasilitasi atau menghambat kegiatan fisik. Memahami bagaimana penggunaan kendaraan umum menawarkan aktifitas fisik memberi harapan untuk dapat mengurangi pertumbuhan prevalensi obesitas," ujar Dr John MacDonald, penulis studi dari University of Pennsylvania, seperti dilansir Telegraph, Rabu (30/6/2010).

Dalam penelitian yang akan diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine edisi Agustus ini, peneliti dari University of Pennsylvania, Drexel University dan RAND Corporation menemukan bahwa pembangunan sistem KRL (kereta api listrik) atau light-rail system (LRT) mengakibatkan aktivitas fisik (berjalan) meningkat dan tentunya akan diikuti dengan penurunan berat badan.

Penelitian ini dilakukan dengan dua survei, yaitu pada partisipan sebelum dan setelah naik KRL di daerah Charlotte, North Carolina. Peneliti menemukan bahwa naik kendaraan umum tersebut berkaitan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dari hari ke hari.

KRL mengurangi BMI rata-rata 1,18 kg/m2, dibandingkan dengan pengguna non-KRL (kendaraan pribadi) di daerah yang sama selama masa penelitian 12-18 bulan.

Ini sama halnya dengan menurunkan berat badan sebesar 3 kg. Pengguna kendaraan umum khususnya KRL juga 81 persen lebih kecil mengalami obesitas alias kegemukan

Perubahan yang Sering Terjadi Pada Penis

pria

Alat kelamin manusia akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Beberapa perubahan tidak bisa dihindari, termasuk pada penis yang merupakan organ paling vital dalam sistem reproduksi pria.

Beberapa perubahan yang terjadi pada penis turut bertanggung jawab terhadap penurunan tersebut. Di antaranya seperti dikutip dari WebMD, Selasa (29/6/2010), adalah sebagai berikut.

Penampilan
Ada 2 perubahan utama yang terjadi pada penis. Yang pertama adalah hilangnya warna keunguan pada kepala penis, sebagai akibat dari berkurangnya aliran darah di bagian tersebut. Yang kedua adalah dimulainya kerontokan rambut kemaluan, karena produksi testosteron berkurang.

Ukuran
Peningkatan berat badan adalah hal yang wajar saat pria beranjak dewasa. Penumpukan lemak di bagian bawah perut tak jarang mengubur sebagian batang penis, sehingga ukurannya tampak lebih pendek.

Selain karena tertimbun lemak, panjang serta diameter penis itu sendiri juga mengecil meski tidak terlalu drastis. Jika pada usia 30-an tahun ereksi bisa mencapai panjang 15 cm, maka pada usia 60-an atau 70-an tahun ukurannya berkurang menjadi sekitar 13 cm.

Penyebabnya antara lain penumpukan lemak pada arteri penis atau artherosclerosis, yang menyebabkan aliran darah berkurang. Penyumbatan juga bisa dipicu oleh jaringan kolagen yang terbentuk pada selubung fibrosa di sekitar
ruang ereksi.

Kelengkungan
Apabila kolagen yang terbentuk akibat perlukaan di penis menumpuk, maka secara umum bentuk penis bisa melengkung. Kondisi yang disebut Peyronie's disease ini dapat menyebabkan rasa sakit saat ereksi dan mempersulit penetrasi. Sering terjadi pada usia paruh baya dan butuh operasi untuk mengatasinya.

Sensitivitas
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa bertambahnya usia mempengaruhi sensivitas penis. Semakin tua usia seseorang, semakin sulit penisnya mengalami ereksi dan orgasme.

Sebuah penelitian di Olmstead County, Minnesotta menunjukkan bahwa kepuasan seksual pada pria lanjut usia hanya sedikit berkurang. Namun fungsi ereksi, ejakulasi dan hasrat seksual menurun drastis.

Menghindari Kesalahan Saat Diet

Diet

Banyak orang keliru menjalankan program penurunan berat badan alias diet. Target berat badan yang diinginkan bisa gagal total jika keliru menerapkan diet. Karena itu hindari 5 kesalahan dalam berdiet.

Seperti dikutip dari Weightloss.about.com, Kamis (1/7/2010) ada beberapa masukan yang bisa dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam diet, yaitu:

1. Kesalahan: Kalori bisa menaikkan berat badan
Masyarakat berpikir kalori yang tinggi bisa menambah berat badan, sehingga mengurangi asupan kalori secara berlebihan.

Nah, salah satu cara menghindari kesalahan ini adalah mengurangi konsumsi kalori cair seperti minuman bersoda, minuman manis. Kalori cair ini bisa mengandung kalori yang lebih besar daripada sepiring penuh makanan.

Kalori cair tidak akan membuat seseorang merasa kenyang seperti makanan, sehingga orang akan tetap merasa lapar dan membuatnya makan lebih banyak.

2. Kesalahan: Menyiksa diri sendiri
Beberapa orang berusaha menyingkirkan semua makanan favoritnya dan hanya mengonsumsi makanan tertentu. Kondisi ini mungkin bisa bertahan selama beberapa hari, tapi suatu saat orang bisa saja mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan dan tak peduli dengan pantangan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Solusinya adalah boleh mengonsumsi makanan favorit sesekali dengan porsi yang lebih kecil, sehingga tidak terlalu menyiksa diri.

3. Kesalahan: Terlalu menyalahkan gen yang dimiliki
Seseorang terkadang terlalu menyalahkan apa yang sudah dimilikinya, terutama gen turunannya. Solusinya adalah cobalah untuk menjadi realistis, gen mungkin memainkan peran dalam hal berat badan. Tapi hal yang penting adalah bagaimana mengatur keseimbangan antara kalori yang masuk dan juga keluar untuk menjaga berat badan.

4. Kesalahan: Melewatkan waktu makan
Melewatkan waktu makan saat mencoba menurunkan berat badan akan memberikan bahaya yang lebih besar daripada manfaatnya. Karena bisa mengganggu proses metabolisme dan proses pembakaran kalorinya akan lebih lambat.

Cobalah untuk tidak melewatkan waktu makan terutama saat sarapan. Hal yang harus dilakukan adalah bukan melewatkan waktu makan, melainkan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi.

5. Kesalahan: Menyerah menurunkan berat badan
Terkadang beberapa hal atau masukan dari luar bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri, dan hal ini akan membuat seseorang sampai pada titik ingin menyerah.

Berat badan adalah salah satu masalah pribadi, sehingga tak ada salahnya untuk merahasiakannya. Karena diet yang menjadi bumerang bisa membuat seseorang mengonsumsi sesuatu secara berl

Buah yang Boleh dan Tak Boleh untuk Penderita Diabetes

buah

Penderita diabetes memang harus sangat menjaga makanannya, termasuk dengan buah-buahan manis. Tapi bukan berarti penderita diabetes tak boleh makan buah. Buah apa saja yang boleh dan tak boleh dikonsumsi penderita diabetes?

Penderita diabetes tidak bisa mengonsumsi sembarangan makanan apalagi yang berhubungan dengan glukosa, karenanya diperlukan kontrol yang ketat untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin timbul.

"Walaupun banyak buah yang manis, tapi tidak semua buah mengandung glukosa. Jadi penderita diabetes tetap bisa mengonsumsi beberapa buah," ujar Dr Samuel Oetoro, SpG.K., ahli gizi klinik FKUI-RSCM, dalam acara konferensi pers Hari Buah Sedunia di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Dr Sam menjelaskan bahwa manis pada buah berasal dari gula buah atau dikenal dengan fruktosa. Tapi memang ada beberapa buah yang mengandung glukosa dan penderita diabetes harus menghindarinya.

Buah yang dianjurkan untuk penderita diabates (kandungan glukosa rendah) antara lain:


  1. Alpukat

  2. Apel

  3. Pir

  4. Jeruk


Buah yang harus dipantang bagi penderita diabetes (kandungan glukosa tinggi) antara lain:

  1. Duren

  2. Pisang

  3. Mangga

  4. Nanas

  5. Sirsak

  6. Nangka

  7. Sawo


"Untuk porsi makannya tetap 10 porsi, 10 jenis dan 10 warna per hari," tambah dokter yang juga berpraktik di Semanggi Spesialist Clinic.

Tapi untuk penderita diabetes sebaiknya diatur waktu makan buah, misalnya 2 porsi saat makan pagi, 1 porsi sebagai snack, 2 porsi saat makan buah, 3 saat makan malam dan 2 saat menjelang tidur.

Porsi buah yang dimaksudkan bergantung pada jenis dan besar buah. Buah ukuran kecil seperti anggur, stroberi, blueberry 1 porsi sama dengan 5 buah.

Ukuran sedang seperti apel, jeruk, pir, pisang 1 porsi sama dengan 1 buah. Buah ukuran besar seperti semangka dan melon 1 porsi adalah 1 slice dengan potongan sedang.