Jumat, 02 September 2011

Tips Menghindari Konflik dengan Keluarga Pasangan

keluarga besar



Tips Menghindari Konflik dengan Keluarga Pasangan - Menjalin hubungan baik antara keluarga suami bisa jadi tak sesulit yang dibayangkan. Yang dibutuhkan adalah keinginan untuk menempatkan diri sebagai bagian dari anggota keluarga.



Tips Melihat Secara Perspektif


Pasangan tercinta dan keluarganya dapat diibaratkan sebagai sebuah paket yang datang sekaligus. Sadarilah bahwa para saudara ipar dan mertua akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup Anda yang baru. Baik Anda maupun pasangan sama-sama wajib mengusahakan yang terbaik untuk keluarga yang sedang dibentuk. Anggapan bahwa mereka adalah 'orang lain' biasanya akan membuat keadaan semakin sulit. Anggaplah keluarga suami seperti keluarga Anda sendiri.



Tips Kebersamaan


Tentukan batasan dan tetapkan ekspektasi. Bisakah  sanak saudaranya datang berkunjung tanpa pemberitahuan sebelumnya? Bolehkan ibu mertua menidurkan anak-anak Anda di luar jam tidur yang telah ditetapkan sebelumnya. Ada banyak hal yang harus diputuskan bersama-sama. Ingat, baik Anda atau pasangan bukanlah pembaca pikiran. Ia tak akan paham yang Anda inginkan dan harapkan kecuali Anda bicara kepadanya. Begitu pula dengan keluarga kedua belah pihak.



Tips Each to His Own


Jika salah satu tengah bermasalah dengan ayah mertua, maka sudah jadi kewajiban si anak kandung menjadi mediator dan menengahi perselisihan. Pihak yang mempunyai hubungan lebih dekat (ayah dengan anak) lah yang harus berinisiatif menyelesaikan masalah. Bukan hal yang bijaksana jika menantu dan mertua saling melakukan konfrontasi.



Tips Memahami Kebiasaan


Anda terganggu dengan kebiasaan-kebiasaan saudara-saudara ipar atau kegiatan-kegiatan rutin di keluarga si dia, seperti arisan keluarga, piknik bersama, dan yang sejenisnya? Daripada menyimpan kesal untuk hal-hal sepele, lebih baik pahami dan terima saja kebiasaan yang sudah ada jauh sebelum Anda bertemu dan menikahi si dia. Hargai ikatan yang sudah terjalin erat antara pasangan Anda dengan saudara-saudaranya. Bersikaplah suportif. Tapi Anda tetap punya hak untuk mengutarakan keberatan jika kasusnya memang cukup serius dan mengganggu. Menjaga hubungan baik dengan keluarga sangatlah penting, karena pada saat tersulit, siapa lagi yang akan membantu Anda kecuali keluarga.



Tips Oh Mama, Oh Papa


Sejauh yang Anda bisa, usahakan untuk tidak melibatkan pihak luar (keluarga sendiri sekalipun) dalam masalah internal Anda dan pasangan. Ketika kedongkolan pada si dia sudah di ubun-ubun dan ribut besar menjelang di depan mata, godaan untuk mengepak pakaian lalu terbang dan mengetuk pintu rumah orangtua tersayang pasti sangat menggoda. Saran kami, jangan lakukan! Bersikaplah dewasa dan pertimbangkan segala situasi dengan matang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar